Emang bundaran kota suka dijadikan ajang buat para Aktivis buat melakukan aksi unjuk rasa, kalo dijakarta terkenal dengan bundaran Hotel indonesia, buat meluahkan uneng-uneng dan asprirasinya ke masyarakat dan pemerintahan, beragam aksi terekam disana baik demo yang digelar oleh partai politik buat mendongkrak suara partaianya (kayak mobil ajak ada dongkrak), demo Mahasiswa dijaman reformasi hingga zaman repot nasi sekarang ini heehhee.. Tapi yang anehnya ndak pernah ada yang namanya ibu-ibu yang demo masakan dibundaran HI buat mamerin kehebatannya meracik masakannya ( perlu izin khusus dari pak polisi kali yeee).

Bukan hanya jakarta aja yang boleh sombong punya bundaran kota yang diajdikan ajang buat demo memacetkan lalulintas kota ( ndak ada demo juga dasarnya udah macet kok). Sumatera Utara tepatnya di Kota Medan juga memiliki bundaran kota yang kerap dijadikan ajang tempat unjuk rasa, dari kalangan pergerakan mahasiswa, pelajar ,maupun aktivis swadaya masyarakat.Bundaran ini lebih dikenal dengan bundaran SIB (sinar indonesia Baru, salah asatu harian ibukota medan), beberapa menyebutnya bundaran majestik ( salah satu swalayan yang udah bangkrut), ada yang meyebutnya bundaran tugu jam ( diatas tugunya bertengger jam besar diempat sisinya ).

Dalam tata ruang kota di indonesia tidak terlalu lazim menggunakan bundaran sebagai ruas jalan lintasan transportasi kendaraan, dibandingkan kota-kota di wilayah timur tengah kita dapat menemui hampir seluruh ruas jalan banyak ditemui bundaran bahasa kerennya round a bout( wah kalo demo susah cari bundaran yang strategis dong ). Yang pasti Bundaran kota menjadi idola para aktivis diamnapun berada melakukan aksinya ( pantesan aja kebiasan demo dibundaran idenya selalu blunder ).

Diantara kita banyak yang meminati kegiatan dialam bebas, seperti mendaki gunung, menyusuri rimba, sungai dan terjalnya perbukitan sungguh petualangan yang mendebarkan. Banyak para penggiat kegiatan dialam bebas membentuk wadah untuk ajang bertukaran pikiran dan ada yang menjadikannya sebagai konsep adventure yang di kelola secara profesional.Untuk berkegiatan dialam bebas memerlukan kekuatan fisik dan mental ( kalo jiwa penakut ndak bakalan deh…) Dalam perekrutan anggotanya baik itu MAPALA (mahasiswa pencipta alam ) ataupun KPA (kelompok pencinta alam ) melakukan pengembelengan mental anggota-anggotanya…kalo yang mampu melewati pelatihan dan lulus menjadi keanggotaan berhak meyandang bandana ( MITELA) sebagai simbol anggota kelompok tersebut. Pelatihan dalam keanggotaan teramat ketat, dan benar-benar menguji nyali…ketika berada di areal hutan rimba yang luas tanpa bekal diharuskan mampu bertahan hidup, membangun shelter buat berteduh , berhadapan dengan binatang buas (ditambah halusinasi, adanya mahluk lain di sekitar kita…duuhhh serem banget….) terkadang bikin bulu kuduk berdiri… Tapi sebenarnya mahluk-mahluk itu (mahluk bunian , yang menghuni hutan) , dapat mengarusi pikiran kita yang kosong, terkadang ada yang katanya kemasukan roh penghuni hutan dan berbagai cerita lainnya., untuk itu diperlukan kekuatan mental dalam mepersiapkan diri sebelum berkegiatan (pada umumnya dalam kegiatan Orientasi kampus banyak peserta yang mengalami gangguan kejiwaan seperti ini).Sungguh pengalaman yang mendebarakan menyelusuri hutan belantara , menikmati kesejukan air di aliran sungai yang jernih, dengan udara yang begitu menyejukkan jauh dari polusi.. Ekpedisi yang sering dilakukan para penggemar kegiatan dialam bebas dalam membuka jalur-jalur baru dalam melintasi suatu kawasan menuju puncak gunung diperlukan kematangan dan persiapan yang benar-benar mumpuni, terutama Dalam melakukan beberapa kegiatan SAR dan Evakuasi pihak-pihak yang terkait lebih menghandalkan para relawan dari para pengiat dialam bebas,dimana kelompok -kelompok ini lebih terlatih dan memahami medan. (beberapa penggiat dialam bebas ada yang menjadi instruktur dalam lembaga-lembaga militer). Dalam Pendakaian dan penjelalahan menyelusiri tapak rimba, sungai dan bukit terjal , ternyata manusia adalah manusia kerdil dihamparan jagad raya di atas puncak 4000 kaki terhampar luas keagungan dan kebesaran sang maha pencipta.

Ini adalah sejenis Minuman yang disajikan wilayah Kota Medan, Pada umumnya penggemar TST ( teh Susu Telor) adalah kalangan Muda, khususnya mahasiswa yang menghabiskan malamnya sebagai tempat nogkrong dan ajang tukar informasi,. Pengolahnnya sederhana Telur yang diambil kuningnya ( khususnya telur bebek) dimixer ( Seperti para ibu membuat adonan dari kue) dalam cawan gelas setelah merata dituangkan susu kental dan diseduh teh panas yang sudah disaring..hasilnya dibibir gelas mengepul busa telur hasil penyeduhan (mirip kopi latte).

Teman-teman Mahasiswa pada umumnya berkunjung ke TST , buat Suplemen tubuh pengganti kalori yang habis terbuang ( biasanya kalo habis Unjuk rasa atau melakukan aktivitas berat lainnya)., dan beberapa teman yang sudah menikah malah suka bercanda…kalo pingin cepat memiliki keturunan sering-sering minum TST( kali ada benernya juga yah, khan disitu banyak proteinnya ). di wilayah Jawa lebih terkenal juga dengan minuman sejenis dikenal dengan Susu Telur Madu Jahe ( STMJ ), yang memadukan minuman yang bersuplemen kesehatan.

Kalo ingat Minum TST, kudu harus jeli melihat tempat hingga larut malam kawasan tersebut tak pernah sepi dengan pengunjung ( pada umumnya anak anak muda yang bersepeda motor) jadi terkadang ndak kebagian tempat buat nongkrong, dan dibeberapa daerah banyak bermunculan warung TST untuk menampung penggemarnya..tapi tetap belum mampu merajik minuman yang senikmat TST asalnya.

Kedengaran aneh terdengar ditelinga nama makanan ini ” roti jala” , ini adalah bentuk makanan yang terbuat dari tepung dan diadon, dibentuk sepeti jala (jaring) .konsep pembuatannya layaknya seperti pan cake kali yah. Makanan ini pada umunya dapat ditemui diwilayah pesisir sumatera dan termasuk masakan khas melayu pesisir, bentuk makanan digandengkan dengan kari kambing sebagai pelengkapnya ditambahkan acar dari mentimun, nanas. hmm…. pasti dijamin nikmat sekali.

Jika ditilik dari cita rasa hampir merata konsep masakan melayu sumatera tak jauh beda dengan budaya malaysia karena akar budaya diantaranya merupakan pertautan sejarah lama dizaman kejayan raja-raja malaka , pada ringkas sejarahnya antara sumatera dan malaysia teruntai benang kasih lama yang terpisah diantara zamannya.

Tak ayal jika berbicara soal makanan orang bilang bagaikan menari-nari dilidah,lupa akan negara asal berada, ramuan makanan khas melayu bagai tak pernah usang oleh zaman, konsep masakan melayu memiliki keteraikatan dengan kelapa yang di olah menjadi santan ( coconut powder dah tersedia pengganti santan parut). Tak ayal bentuk masakan melayu memiliki tingkat kolestrol yang tinggi..( itu kata dokter )

Ibarat pepatah melayu kuno ” biar rumah rubuh ,yang penting gulai lemak” , wah memang kalo buat memanjakan lidah dimanapun berada setiap orang punya cita rasa tersendiri ( apalagi kalo yang pacaran biar kata kata ndak punya modal,buat makan pingin berkelas).Yang pasti Orang bilang Kota Medan tempat jajanan makanan yang nikmat, dari penjaja dipinggiran jalan menembus pasar internasional.

Budaya minum kopi yang sekarang jadi trend buat Anak-anak muda sambil nongkrong menghabiskan malam, di warung kopi yang  berbendera strabuck, atau the costa dan sebagainya werambah di seantero kota di wilayah tanah air. Awalnya Budaya minum Kopi cendrung identik bagi orang tua-tua zaman dahulu, dengan kopi bubuk yang kental di seduh air panas dan remah-remahnya mengambang di atas bibir cawannya.. budaya  minum kopi ndak zamannya saat itu.

Masih ingat di masa kecil dahulu ( sebelum ada lapak starbuck dan sejenisnya)  para pencandu kopi nongkrong di warung-warung sambil menghabiskan waktu sambil bermain catur atawa baca surat kabar sambil ditemani asap-asap rokok yang mengembul,  dan sesekali menyeruput kopi panas..Tak terlihat diantara  pencandu kopi yang berjiwa muda, wah ndak gaya banget minum kopi…kampungan kata orang. Apalagi yang namanya wanita adanya juga itu NENEK saya yang doyan minum kopi.heeeheee…

DiLapak-lapak penjual Kopi Bubuk Hampir rata para penjual dan pedagangnya keturunan suku ATJEH, karena mereka paling mahir mengelola bubuk kopi menjadi minuman yang nikmat ( kali pake penyedap rasa yach ). Hampir di sudut jalan menjelang malam tiba mereka mulai menggerai tenda- tenda mendirikan lapak mengais rezeki menjajakan kopi ATJEH. Dan kopi ATJEH terkenal kenikmatannya dan telah menerobos pasar dunia (jenis kopi arabica) dan  disebut kopi Gayo karena pusat penyebarannya di tanah gayo.

Ketika Pasaran akan kopi  meningkat dan penikmat kopi mulai merambah ke seantero dunia, perubahan budaya kopi yang menggunakan bubuk perlahan-lahan mulai dialihkan dan dimoderenisasi  dengan pengolah  penyaringan remah dan mengasilkan kopi murni dengan memisahkan ampasnya . Industri-industri besar mengibarkan bendera kapilatis  mengolah kopi menjadi lebih menarik dengan variasi-variasi tambahan (mOcccahcino, cappucino, cofffe late dan sebagainya). Pangsa pasar pun mulai menerobos  kalangan muda. Disudut coffeshop tak canggung eksekutif muda pria dan wanita turut ambil bagian menyeruput kopi ( ndak usah takut bakalan ampas kopi nempel di bibir ataupun di sela-sela kawat  dihiasan gusi..hhhheeeeh) dan Budaya ngopi menjadi trend para eksekutif muda..

Menurut Para penggemar kopi lebih nikmat menyeruput kopi yang beremah , di situ letak seninya dan kepiawaian pencinta kopi….Jadi sebenarnya budaya minum kopi sudah ada dari zaman dahulu kala dimana minum kopi di warung-warung tradisional merupakan ajang mempererat hubungan warga dan bertukar informasi…Intinya warung Kopi tetap menjalankan fungsi yang sama hanya zaman , tempat dan waktu yang berbeda .

Kopi, Surat Kabar dan Rokok tiga serangkai yang tak terpisahkan . Satu kelebihan warung kopi tradisional , banyak melahirkan pemain-paemain catur handal…( walaupun tingkat kampung….)

Beca itu termasuk benda yang antik dan termasuk transportasi yang digemari oleh para turis yang berkunjung ke indonesia, bentuknya yang unik dapat mengahantarkan wisatawan berkeliling menikmati keindahan keseluiruh penjuru kota. Beca dimodifikasi dengan berbagai ragam dan gaya( jadi kalo jadi tukang beca juga harus punya daya seni buat menarik pelanggan ada jurus marketingnya juga loh).

beca pada umumnya adalah alat  transportasi yang merupakan peninggalan zaman dahulu , Kalo di dataraan tiongkok dahulu, beca dijalankan tenaga manusia dilakukan sambil belari dan si tuan duduk diatas kursi di belakang, di Indonesia bentuk beca juga beragam, Di wilayah jawa bentuknya pengemudinya berada di belakang dan penumpang berada didepan (cukup 2 saja muatan), ketika penumpang hendak naik becanya harus dijorokkan (ditunggingkan kedepan) .Bentuk beca ini irit bahan bakar cocok untuk zaman sekarang dizaman yang krisis energi dan bebas polusi ( tapi anehnya kok dilarang yah di wilayah Jakarta??…)

Diwilayah Suamatera bentuk dan ragam beca berbeda pada umumnya dengan wilayah jawa. modelnya seperti sepeda tunggal (sepeda ontel) dan disisi kirinya di rakit denga bak untuk penumpang dan di pasang roda tambahan di bahagian penumpang, jadi berjalan di atas 3 roda. Dan abang beca ketika mengayuh beca bearada bersisian dengan penumpang ( kalo dijawa penumpang membelakangi pengemudi) lucu juga yah beca jawa supir kok malah dibelakang…Beca diwilayah sumatera pada umumnya memiliki daya tampung yang lumayan besar bisa menampung 8 orang ( kasian abang beca Nya megap-megap ( bahasa medan) mengayuh sadelnya , perlu tenaga kuda kali yehhh, ( pak Polisi perlu juga kali yee membuatakan SIM buat abang beca biar keliahatan keren). Bentuk Beca ini dikenal juga namanya BECA DAYUNG (emangnya dilaut aja pake pendayung, beca juga di dayung juga loh tapi pake genjotan KAKI).

Dalam Perkembangannnya Beca dayung hanya dapat melintasi wilayah rute pendek ( soalnya tenaga dayungnya ndak sehebat tenaga motor ) bisa2 pengemudi ama penumpang gantian mendayung beca..heee,he.Dalam menyikapi peminat dan penggemar yang doyan naek beca ( emang ada kali yee..) untuk rute2 jauh dengan konsep yang sama dengan bentuk sepeda angin (yang menerapkan tenaga dengkul dipadukan dengan tenaga nafas) dengan terobosan tehnologi yang kian maju bentuk beca dipadukan dengan sepeda bermotor ( bertenaga bahan bakar bensin ataupun solar dipadukan minyak campur..kalo lagi apes ndak cukup kejar setoran ) jadilah bentuknya BECA BERMOTOR nama kerennya BENTOR ( tapi bukan jontor loh jangan salah sebut…heehee..). Konsep ini bisa menggambil rute-rute jauh ( konsep beca sama seperti kenderaan yang dipakai dalam transportasi penghubung pada perang dunia ke 2). Transportasi beca juga sudah menjadi alat transportasi yang murah meriah buat sekeluarga,. Jangan heran kalo jalan-jalan kewilayah sumatera ( tapanuli selatan ) scooter merajalela dijalanan dijadikan BENTOR pasti unik khan?…( padahal diwilayah jakarta dan sekitarnya scooter dijadiin trend ada organisasinya yang menaungi penggemar scooter ,,,kali abang beca di tapsel bisa daftar dong ???…)

Ternyata naek beca itu enak loh…buktinya wisatawan dari mancanegara lebih demen naek beca keliling kota ketimbang naek taksi ( soalnya supir beca lebih jago dijalanan), dan tentunya murah meriah dan memiliki nilai budaya tersendiri . Tapi Dizaman yang serba canggih seperti sekarang ini segala persaingan tentunya semakin tajam hingga menyentuh kelapisan bawah. Walaupun abang beca merupakan lapisan masyarakat yang termarjinalkan kalo tentang konsep marketing ndak kalah jauh dengan penjaja operator layanan taksi. setiap pengendara beca merata memiliki hand phone( walaupun buat menerima panggilan doang…) dan memiliki pansa pasar tersendiri baik ibu- yang doyan belanja, atau buat transportasi alternatif kalo kepepet ( jangan anggap sepele abang beca juga punya kartu nama loh….lengkap dengan nama dan no HPnya , kalo email perlu ndak yah ??? )

Dizaman krisis ternyata diperlukan ide-ide segar buat menerobos pangsa pasar ( bukan konglemarat aja loh) abang beca juga pemikirannnya juga kreatif dan iinovatif walupun pendidikannya SD aja ndak tamat ( tapi maaf ini rahasia loh…. banyak juga kok Lulusan Sarjana narik beca). Beberapa ada yang menghias becanya dengan pernak pernik hiasan ( seperti beca keraton raja-raja) ada yang melengkapinya dengan sound system ( lumayanlah buat memanjakan telinga ), kali kedepan menyediakan DVD player kali yah,,,. sukses deh buat beca dan abang beca nya . Kreasi MU ditunggu anak bangsa…

Mungkin di zaman sekarang yang sudah modern ini dimana-mana yang katanya pembangunan sudah merambah ke polosok desa , dimana pemerintah sudah menebarkan jala-jala kawat listriknya seperti benang layang-layang di seantero bumi negeri, kali ndak perlu namanya ada kegelapan dan ndak perlu orang di desa atau dikampung-kampung membawa penerangan dari obor atawa menghiasi penerangan rumah mengunakan kaleng bekas dan dipasangi sumbu penyala. Yah kalo orang yang lumayan berada di pedesaan bisa beli lampu PETROMAX,..cukup lumayan buat penerangan walaupun dalam beberapa jam harus sering dipompa agar bohlamnya tidak meredup.Pokoknya zaman sekarang kawat-kawat baja yang berarus tegangan tinggi seliweran diatas rumah seperti benang layang-layang malah mungkin bisa dikira kawat jemuran kali yee..

Sekarang orang kampung harus berterimakasih ama PLN yang sudah menyambungkan aliran listriknya ke desa-desa jadi kampung bak kota metropolitan menggantikan sinar kunag-kunang di tengah malam diantara hutan-hutan desa yang sepi.Orang-orang desa bisa beli TV buat hiburan nonton fim dari negeri BOLLYWOOD yang bikin betah berjam-jam para tua,muda nongkrong didepan layar kaca ,pokoknya dengan adanya PLN urusan jadi mudah deh,, buat hiburan, buat meringankan pekerjaan sehari-hari juga ndak perlu repot repot nyetrika baju pake bakaran arang, wah ndak zamannya bung. sekarang cukup dengan alat-alat eletronik semua urusan jadi gampang apalagi adanya program “LISTRIK MASUK DESA”

Tapi awas hati-hati loh….

Sekarang PLN malah kerepotan membagikan kawat-kawatnya dengan arus yang bertegangan tinggi( kali kawatnya udah molor) jadi jangan heran kalo ketibaan wilayah dibeberapa tempat kebagian pemadaman listrik..( kalo orang medan bilang giliran mati lampu, Bahasa medan yang lucu dan menggelikan ditelinga orang awam ). Dengan biaya pemakaian Listrik yang tarifnya mulai dikenakan pajak berdasarkan areal hunian tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan ke masyarakat. Jadi sepertinya masyarakat sudah jemu ketibaan masalah akibat ketidak becusan PLN mengurusi kawat-kawatnya yang berseliweran.Masyarakat berupaya mencari solusi agar bisa tetap menikmati tontonan bolly wood yang jadi pujaan , diantaranya dengan membeli motor pembangkit listrik( Genjset ) walaupun suara mesinnya bikin telinga meradang.

Mungkin dizaman ini PETROMAX kembali hadir. ( kalo bahasa kerennya mulai trend ) kayak gaya busana aja yang kembali ketahun 60 atau 50 an.. atau gaya tata rambut, bisa jadi kita kembali ke zaman ” TANPA LISTRIK” ..wah seru juga ternyata gaya hidup berputar balik…dan pastinya ntar lagi ngetrend pemberdayaan transportasi pake sepeda ontel ( kalo orang medan bilang sepeda janda,,entah dari mana asalnya bahasa itu…kali sejarahnya yang naek dulunya para janda2 kompeni belanda , kalo begitu kok ndak ada sebutan sepeda duda yah? )soalnya bahan bakar harganya menggila( bukan orang saja yang bisa jadi gila) wah asik juga dong ndak ada polusi udara ..

wah ternyata Budaya Ngetrend bukan milik oranag-orang berduit aja , ternyata budaya trend juga sudah menjadi milik lapisan seluruh masyarakat indonesia….( apa juga berpoligamai jadi trend ? ) .Dengan krisis energi selayaknya manusia mulai mengkaji tanda-tanda alam, untuk merubah tatanan hidup .

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 

Desember 2009
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Tulisan Teratas

  • Tidak ada